Rabu, 11 Oktober 2017

Meditasi Ringan Untuk Relaksasasi Pikiran Lanjutan Dari Meditasi Inti

Cara paling mudah dan praktis untuk menenangkan hati dan pikiran adalah dengan Terapi Musik, yaitu dengan cara mendengarkan / menikmati musik. 
Musik bisa menjadi alat terapi dan alat meditasi ringan. Ketika sedang stres / depresi, musik bisa memberikan ketenangan dan perasaan lega. Apalagi hampir semua orang senang mendengarkan musik. Untuk tujuan terapi dan meditasi ringan jenis musik yang digunakan bisa apa saja, tetapi yang terbaik adalah musik / lagu yang menjadi kegemaran / favoritnya. 

Dengan cara menikmati (menghayati) alunan musik (dan syairnya) secara psikis bisa menyelaraskan pikiran dan perasaan kita. Secara otomatis tubuh, perasaan dan pikiran kita akan menyelaraskan diri dengan musik yang kita hayati itu, membuat kita merasa rileks. 
Dalam keadaan rileks tersebut tidak ada unsur negatif dari tekanan dan benturan energi dan kelistrikan di dalam tubuh, metabolisme tubuh bisa bekerja dengan lebih baik dan lebih teratur.
Masing-masing musik dan jenis musik memiliki karakteristik sendiri-sendiri dan itu bisa juga mempengaruhi kepribadian dan tipe psikologis seseorang, termasuk sikap berpikirnya, karena secara otomatis energi tubuh dan rasa dan gelombang pikirannya akan menyesuaikan diri dengan masing-masing lagu dan jenis musiknya. 

Bila lagu dan jenis musiknya adalah yang menjadi kegemaran / favoritnya, itu akan membantu memberikan relaksasi. Tetapi sebaiknya berhati-hati dengan lagu dan musik yang khusus digunakan orang dalam keilmuan tertentu (brainwave). Jika kita tidak merasa cocok dengan musiknya, dan tidak bisa menikmatinya, musik itu justru bisa mengacaukan gelombang pikiran dan kelistrikan otak kita. Yang seharusnya membuat tenang, musik itu justru bisa membuat kepala pening.

Jika itu terjadi, atau disaat lain ketika kita sedang mengalami kepala pusing, musik bisa dijadikan alat terapi penyembuhannya, yaitu sambil tiduran berbaring atau duduk santai kita mendengarkan (dan menghayati) musik dan syairnya dengan mendekatkan sumber suaranya (speaker) ke bagian atas atau belakang kepala kita. Suaranya tidak perlu disetel keras, secukupnya saja, jangan sampai malah membuat telinga budek. Terlalu sering mendengarkan suara keras (radio / TV) atau terlalu sering menggunakan earphone bisa menyebabkan sensitivitas saraf pendengaran berkurang, menjadi kurang peka terhadap suara-suara kecil, telinga menjadi terasa agak budek.

Dalam kondisi tubuh yang sedang sakit musik yang terbaik adalah yang iramanya bergenbira, yang ketika orang menikmati musiknya, semangatnya ikut terangkat. Kondisi yang bersemangat dan bergembira akan memicu kerja metabolisme tubuh yang lebih baik dalam proses penyembuhan.


Meditasi Ringan (relaksasi) ditujukan untuk melatih sugesti kita untuk menenangkan diri, membersihkan hati dan pikiran dari semua hal yang mengganggu atau membebani. Akan lebih baik bila meditasi ini juga disertai dengan musik lembut yang cocok untuk menenangkan diri.
Masa bodoh -kan semua permasalahan anda. Cobalah untuk mendapatkan ketenangan hati, supaya dapat menjadi lebih jernih dalam mencari penyelesaian jika sedang menghadapi suatu masalah.
Sebuah meditasi ringan untuk ketenangan hati dan pikiran (relaksasi) tidak dikhususkan untuk menenangkan diri ketika anda sedang banyak masalah. Kalau memang ada banyak masalah di dalam hati dan pikiran anda seharusnya masalah itu dibuang dulu, disingkirkan dulu. Meditasi ringan untuk ketenangan hati dan pikiran (relaksasi) dimaksudkan untuk menambah ketenangan hati, untuk semakin masuk ke dalam ketenangan dan keheningan, bukan untuk menghilangkan masalah.
Jika memang kita sedang ada masalah, mungkin sedang stress / depresi kalut putus cinta, sakit hati, marah dan jengkel di kantor, kesal dan jengkel di rumah, atau ada masalah lain yang membebani hati dan pikiran kita, seharusnya kita lakukan dulu Meditasi Inti untuk membersihkan hati dan pikiran kita dari beban masalah. 
Jika ada permasalahan yang rasanya seperti akan membuat kepala kita meledak, apalagi sampai kita ingin bunuh diri, jangan disimpan saja, jangan dipendam. Jangan melarikan diri dari masalah dan jangan mencari pelarian. Singkirkan. Seperti di Meditasi Inti, kumpulkan semua masalah di kepala anda seperti sekumpulan kertas bekas, kemudian buang jauh sampai bersih tak bersisa. Dan lupakan, jangan diingat-ingat lagi. Sesudahnya, ketika pikiran dan perasaan sudah lebih adem dan jernih barulah anda buka kembali masalah anda yang masih memerlukan tindakan lebih lanjut.
Karena itu meditasi untuk ketenangan hati dan pikiran tidak dimaksudkan sebagai metode meditasi yang berdiri sendiri, tetapi merupakan kelanjutan dari metode Meditasi Inti. Karena itu diharapkan anda sudah terbiasa dan mahir melakukan Meditasi Inti tersebut.
Bagi yang ingin mencoba menjalankan meditasi ini, sugestikan dalam hati dan pikiran anda bahwa anda melakukan meditasi ini karena tersugesti untuk mengikuti meditasi dalam tulisan ini dan isi tulisan dalam halaman ini semuanya dijalankan dengan benar, karena hasilnya akan berbeda antara anda melakukannya karena keinginan anda sendiri dengan anda melakukannya karena tersugesti mengikuti tulisan ini.
Meditasi ini bisa dilakukan dengan cara duduk di kursi, duduk bersila, tiduran terlentang ataupun berdiri. Mulailah dengan doa di awal latihan, berharap pada restu Tuhan, supaya didapatkan ketenangan dengan menyebut nama Tuhan di dalam hati. Di akhir meditasi, berdoa juga memanjatkan rasa syukur atas apa yang telah dicapai pada latihan ini.
Seberapa lama anda melakukan meditasinya semuanya terserah anda. Lakukanlah sampai anda merasa tujuan dari meditasinya telah tercapai. Kalau perlu, prosesnya diulangi lagi supaya hasilnya sempurna. 
Jangan terburu-buru menyelesaikan meditasinya. Masing-masing langkah dalam meditasinya dapat diulang-ulang sebelum melakukan langkah berikutnya supaya mendapatkan kesempurnaan hasil pada masing-masing bagian meditasinya. Istirahatkan pikiran, biarkan batin yang bekerja.
Di dalam semua meditasi dan selama pelaksanaannya diharapkan anda mampu melakukan sugesti dan bisa menerapkan kepekaan rasa, supaya anda dapat mengarahkan meditasi anda, bisa merasakan berhasil tidaknya usaha meditasi anda dan bisa merasakan hasil yang sesuai dengan tujuan meditasinya. Istirahatkan pikiran, biarkan batin yang bekerja.

Lanjutkan dengan Meditasi Ringan untuk ketenangan hati sebagai berikut :
1. Duduklah santai dengan punggung ditegakkan, tetapi tidak tegang dan tidak juga terlalu santai.
    Tangan diletakkan di atas paha dan terbuka menghadap ke atas. 
    Pejamkan mata.  Dalam kondisi terpejam, pandangan mata diarahkan santai ke bawah.

2.  Tariklah nafas panjang dari hidung dengan halus dan lepaskan juga dari hidung dengan halus. 
    Lakukan dengan rileks. 
    Rasakan jalannya nafas. 
    Rasakan detak jantung anda.

3.  Tenangkan hati dan pikiran anda.  
    Masa bodoh - kan semua masalah anda.     Masa bodoh - kan lingkungan anda. 
    Sekalipun suasana tempat anda ramai, usahakan dapat mencari keheningan di dalam keramaian. 
    Bisa juga sambil berdoa / zikir.

4.  Bayangkan anda sedang berada di alam pegunungan, tempat yang sejuk, tenang dan damai, 
    tempat yang cocok untuk menyepi. 
    Bayangkan suasananya yang sejuk dan damai. 
    Bayangkan angin sepoi-sepoi menyejukkan wajah dan tubuh anda. 
    
5. Bentangkan kedua tangan ke samping dan hiruplah udara segar dengan tarikan nafas halus dan 
    panjang, dan sambil melepaskan nafas dengan halus lepaskan juga beban kepenatan anda menguap 
    lewat kedua telapak tangan yang terbuka ke atas dan lewat seluruh pori-pori tubuh.
    Lakukan dengan rileks. 
    Rasakan jalannya nafas. 
    Rasakan kesegaran alam yang sejuk dan damai.
    Bayangkan angin sepoi-sepoi menyejukkan wajah dan tubuh anda. 
    Rasakan kesegarannya mengisi tubuh, hati dan pikiran anda, dan kepenatan anda menguap keluar. 

6.   Ulangi langkah-langkah di atas sampai anda dapat merasakan ketenangan dan keheningan dan bisa 
    merasakan kesejukan pada tubuh anda sendiri.

7.  Bagi anda yang memerlukan jawaban penyelesaian, bayangkan kembali masalah anda. 
    Tetap rileks. 
    Bayangkan kembali masalah anda.
    Biarkan ide dan ilham mengalir dalam pikiran anda. 
    Biarkan ide dan ilham mengalir dalam pikiran anda sampai semua ide dan jawaban lengkap terkumpul.

8.  Untuk penutup, bayangkan anda sedang berada di udara terbuka. 
    Bentangkan kedua tangan ke samping dan hiruplah udara bersih yang panjang beberapa kali 
    dan rasakan energi alam yang segar mengisi tubuh, hati dan pikiran anda dan setelah itu anda 
    merasa bersih, sehat dan segar dan siap kembali beraktivitas.



______



Dalam langkah-langkah meditasi di atas ada sugesti untuk mengheningkan cipta dan untuk membayangkan suatu keadaan. Lakukanlah itu dengan rasa, bukan dengan pikiran. Gunakan imajinasi anda untuk memvisualisasikan kondisinya.
Meditasi di atas usahakan dilakukan di tempat yang sejuk dan tenang, tidak berisik dan tidak panas. 
Ketika sedang bermeditasi di atas anda merasakan ada angin sepoi-sepoi bertiup, bisa anda tambahkan kata-kata di dalam hati : "Segarnya alam disini .....".
Ada banyak meditasi yang di dalamnya ada laku membayangkan suatu kondisi.
Lakukanlah itu dengan santai seperti orang melamun, jangan malah keras berpikir.

Jika ada kesulitan dalam proses membayangkan kondisi alam yang tenang dan sejuk anda bisa membayangkan suatu lokasi yang pernah anda rasakan tenang dan tenteram di hati.

Meditasinya bisa dilakukan santai dengan duduk bersandar, atau bahkan dengan tiduran terlentang kaki diluruskan agak terbuka dan tangan membentang ke samping menghadap ke atas, supaya lebih rileks dan bisa santai membayangkan kondisi yang disugestikan.
Meditasinya bisa juga dilakukan di malam hari di teras rumah anda sendiri ketika suasananya tenang dan sejuk. Tapi kalau suasana malam hari menyeramkan, anda bisa melakukannya di pagi hari ketika matahari baru mulai muncul dan suasananya tenang dan sejuk. Anda bisa membayangkan tempat yang tenang dan sejuk yang menjadi favorit anda (bisa rumah orang tua, rumah kakek-nenek, sebuah tempat di pinggir sawah, atau sebuah tempat wisata).

Ini dimaksudkan untuk anda secara nyata bisa merasakan dan menghayati suasana yang tenang dan sejuk, tidak perlu lagi mencari-cari tempat lain untuk dibayangkan. Dan jika suatu saat anda bermeditasi, entah dimana anda melakukannya, anda sudah tahu dimana tempat tenang dan sejuk untuk menjadi tujuan anda membayangkannya.

Jika kita sudah terbiasa dan mahir berimajinasi dan bervisualisasi seperti meditasi di atas, dengan cara mengsugesti (/ memanipulasi) pikiran sendiri kita akan bisa mengsugestikan suasana sejuk malam hari untuk mengkondisikan tubuh kita menjadi dingin / sejuk ketika sedang kegerahan / kepanasan di siang hari, atau mengsugestikan suasana pagi hari yang hangat sejuk segar untuk mengkondisikan tubuh kita menjadi hangat / sejuk ketika sedang kedinginan di malam hari.


Dalam langkah-langkah meditasi di atas ada sugesti untuk mengheningkan cipta dan untuk membayangkan suatu keadaan. Lakukanlah itu dengan rasa, bukan dengan pikiran. Jangan menggunakan pikiran untuk berkonsentrasi atau membayangkan suatu keadaan. Secara sederhana bisa dikatakan proses di atas seperti kita melepaskan pikiran untuk melamun. Biarkan pikiran lepas mengalir, jangan malah digunakan untuk berkonsentrasi. 
Jika setelah bermeditasi anda merasakan pikiran anda pusing / penat, berarti anda telah banyak menggunakan pikiran untuk berkonsentrasi, bukan dengan rasa, sehingga terjadi penumpukan energi di kepala. Jika mata dipejamkan, kecenderungannya memang kita akan menggunakan pikiran untuk berkonsentrasi. Karena itu untuk keperluan latihan, meditasinya bisa dilakukan tanpa memejamkan mata, tetapi mata jangan terfokus, lakukanlah seperti orang melamun.
Jika setelah melakukan meditasi ini anda merasakan kepala pening, badan penat, dsb, berarti anda terlalu banyak berkonsentrasi pada pikiran (seharusnya istirahatkan pikiran, batin yang bekerja), energi menumpuk terkonsentrasi di kepala. Bersihkanlah kelebihan energi itu, kipas-kipaskan energi dengan tangan anda seperti di Meditasi Inti, atau grounding (baca: Meditasi Dasar), atau energi di kepala dan bagian tubuh yang penat disalurkan ke telapak tangan dan dilepaskan menguap ke udara.
Rasa penat di kepala itu bisa dihilangkan dengan mudah dengan cara mengkipas-kipaskan energi dengan tangan anda ke kepala untuk menghilangkan konsentrasi energi di kepala. Bayangkan semua kabut putih kelebihan energi bersih tertiup kipasan tangan anda (lebih mudah lagi dengan cara berdiri berhadapan dengan hembusan kipas angin).


Mengenai laku meditasi, memang tidak selalu mudah awalnya bagi semua orang, apalagi kalau orangnya memiliki suatu masalah di dalam dirinya yang sebelumnya tidak disadarinya.
Misalnya :

1. 
Ada orang-orang yang tidak biasa hening, sehingga agak susah awalnya untuk langsung bisa hening,
    mungkin juga akan tidak sabar dalam bermeditasi.

2. 
Ada orang-orang yang terbiasa keras berpikir, sehari-harinya lebih aktif dengan pikirannya, kepalanya
    penuh dan penat dengan energi, sehingga agak sulit ketika ia harus mengendorkan pikirannya, mungkin
    untuk hening pun ia akan keras 
berkonsentrasi supaya bisa hening, bukannya mengendorkan pikirannya.    Ketika bermeditasi memejamkan mata, gelombang energi pikiran akan tampak berkecamuk seperti
    sinar-sinar atau garis-garis bersinar merah atau lingkaran-lingkaran sinar yang bergerak liar, atau merasa
    melihat ada kilatan-kilatan cahaya atau ada suara-suara letupan di dalam pikiran atau di telinga (saraf
    keseimbangan). Nantinya sesudah terbiasa bermeditasi gelombang pikirannya akan menjadi lebih halus
    dan teratur, karena sudah terbiasa untuk selaras menuju keheningan.


3. Ada 
orang-orang yang mengalami ketidakseimbangan saraf, sehingga sebentar saja memejamkan mata,
    ia merasa dirinya goyang hendak jatuh.

4. Ada juga 
orang-orang yang ada ketidakselarasan gelombang energi dalam tubuhnya, sehingga sebentar
    saja memejamkan mata, ia merasa dirinya melambung.

5. 
Ada juga orang-orang yang kondisi saraf dan energi otak dan jantungnya kurang baik, sehingga ketika
    memaksakan diri untuk bermeditasi, kepalanya terasa pening atau pusing, tekanan darahnya turun, dsb,
    gejalanya seperti orang masuk angin.

Jadi jika selama atau sesudah bermeditasi ada rasa dan gejala-gejala di atas yang kita alami, mungkin saja sebenarnya kita mengalami salah satu masalah di atas yang mungkin selama ini tidak kita sadari. 
Jadi laku bermeditasi itu sebenarnya juga menjadi cara untuk kita mendeteksi adanya masalah di dalam diri kita. Walaupun dalam kondisi sehari-hari masalah-masalah itu tidak muncul, tidak terasa gejalanya, tetapi selama atau sesudah menjalankan laku meditasi itu kemudian masalahnya akan tampak dan terasa gejalanya. Nantinya kalau sudah terbiasa bermeditasi, maka masalah-masalah di atas akan teratasi, karena tubuh, pikiran dan energi kita akan beradaptasi sendiri menyelaraskan diri menuju titik nol. Itu juga sebenarnya manfaat meditasi yang ditawarkan dalam meditasi-meditasi untuk relaksasi, penyembuhan, dsb.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, bagi yang mengalaminya, untuk latihan awalnya bisa saja meditasinya dilakukan siang hari dan tidak 
memejamkan mata. 
Pada saat yang lain, meditasinya dilakukan malam hari dalam kondisi ruangan gelap gulita, mata boleh tidak terpejam, tetapi tetap santai, seperti orang melamun, pandangan diarahkan santai ke bawah. 
Tetapi pada latihan meditasi selanjutnya sebaiknya kita membiasakan diri untuk memejamkan mata, untuk memunculkan aktivitas batin dan sukma yang sebenarnya, yang juga berfungsi untuk mengsugesti diri untuk menyelaraskan semua energi, pikiran dan batin, untuk selaras menuju titik nol.
Untuk orang-orang yang mengalami masalah-masalah di atas Penulis menganjurkan supaya mereka melakukan meditasi menurunkan energi, karena energi yang diturunkannya ke dalam tubuhnya itu akan membantu menambahkan energi positif menyingkirkan energi-energi yang negatif dari tubuhnya dan membantunya juga menyelaraskan energi tubuhnya. Orangnya nantinya akan merasa lebih sehat dan bugar bertenaga.
Dalam setiap kita bermeditasi usahakan supaya kita bisa mengendorkan pikiran. Pikiran dikendorkan seperti orang melamun, jangan malah berpikir keras untuk berkonsentrasi. Kendorkan pikiran, biar batin dan rasa yang bekerja.
Usahakan juga supaya tempat kita bermeditasi tidak terang terkena cahaya lampu, apalagi langsung terkena cahaya matahari, karena dalam kondisi kita bermeditasi (memejamkan mata) tubuh dan saraf-saraf kita akan menjadi peka terhadap cahaya (dan energi). Jangan sampai sesudah bermeditasi itu kepala kita pusing.

Meditasi Inti Lanjutan Dari Meditasi Energi

Meditasi ini adalah pembuka dari meditasi yang lain, dan sebelum melakukan meditasi yang lain, sebaiknya melakukan meditasi ini terlebih dahulu. Setelah kita melakukan meditasi ini, kita akan merasa telah ringan dari semua beban yang kita alami sebelumnya, dan kita akan lebih mudah untuk melakukan meditasi yang lain.  
Metode meditasi ini disebut Meditasi Inti - Pembuka Meditasi yang lain, karena di dalam meditasi ini terkandung banyak fungsi yang disediakan oleh meditasi lain, seperti untuk ketenangan hati, kesehatan dan penyembuhan. Meditasi ini adalah suatu meditasi inti, sedangkan meditasi yang lain seperti untuk ketenangan hati, kesehatan dan penyembuhan adalah pengembangan dari meditasi ini. Meditasi ini sangat berguna sebagai pengantar ke tingkatan meditasi yang lebih tinggi. Karena itu, sebelum melatih meditasi yang lain diharapkan anda sudah terbiasa dan mahir melakukan meditasi ini, karena banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
Meditasi ini bertujuan untuk melatih sugesti kita untuk membersihkan tubuh, hati dan pikiran dari semua hal yang mengganggu atau membebani, termasuk juga rasa sakit dan penyakit yang sedang dialami. Karena itu sebelum melakukan meditasi ini kita perlu merenung sejenak, mencari tahu apa saja yang membebani kita saat ini, beban pikiran atau sakit-penyakit, yang dengan meditasi ini akan kita buang jauh. 
Meditasi ini bisa dilakukan dengan cara duduk di kursi atau duduk bersila, dan menggerakkan tangan untuk membantu sugesti. Mulailah dengan doa di awal latihan, berharap pada restu Tuhan, supaya didapatkan ketenangan dengan menyebut nama Tuhan di dalam hati. Di akhir meditasi, berdoa juga memanjatkan rasa syukur atas apa yang telah dicapai pada latihan ini.
Seberapa lama anda melakukan meditasi ini, semuanya terserah anda. Kualitas meditasi yang anda lakukan lebih penting daripada lamanya waktu bermeditasi. Semakin sering anda melakukan meditasi yang berkualitas, akan lebih baik bagi anda sendiri. Bila anda dapat fokus dan mendapatkan hasil sesuai tujuan meditasi yang anda lakukan, berarti anda telah melakukan meditasi yang berkualitas. Bila anda tidak dapat fokus dan tidak bisa mendapatkan hasil sesuai tujuan meditasi yang anda lakukan, berarti anda telah melakukan meditasi yang tidak berkualitas. Bukan metode meditasinya yang jelek, tetapi anda saja yang tidak dapat melakukannya dengan baik, tidak dapat melakukan perbuatan yang berkualitas, hanya buang-buang waktu saja, tidak ada hasil.
Seberapa lama anda melakukan meditasi ini, semuanya terserah anda. Lakukanlah sampai anda merasa tujuan dari meditasi ini telah tercapai. Kalau perlu, prosesnya dan masing-masing langkah metodenya diulangi lagi, diulang-ulang supaya hasilnya sempurna. 
Jangan terburu-buru menyelesaikan meditasinya. Masing-masing langkah dalam meditasinya dapat diulang-ulang sebelum melakukan langkah berikutnya supaya mendapatkan kesempurnaan hasil pada masing-masing bagian meditasinya. Istirahatkan pikiran, biarkan batin yang bekerja.
Di halaman ini ada istilah energi negatif, dimaksudkan untuk menyebut adanya energi-energi negatif di dalam tubuh manusia, baik energi negatif yang dihasilkan oleh tubuh manusia itu sendiri (misalnya karena adanya sakit / penyakit) maupun energi dari keberadaan mahluk halus yang bersifat negatif di dalam tubuh manusia (ketempelan / ketempatan / kesambet). 
Bagi yang ingin mencoba menjalankan meditasi ini, sugestikan dalam hati dan pikiran anda bahwa anda melakukan meditasi ini karena tersugesti untuk mengikuti meditasi dalam tulisan ini dan isi tulisan dalam halaman ini semuanya dijalankan dengan benar, karena hasilnya akan berbeda antara anda melakukannya karena keinginan anda sendiri dengan anda melakukannya karena tersugesti mengikuti tulisan ini.
Di dalam semua meditasi dan selama pelaksanaannya diharapkan anda mampu melakukan sugesti dan bisa menerapkan kepekaan rasa, supaya anda dapat mengarahkan meditasi anda, bisa merasakan berhasil tidaknya usaha meditasi anda dan bisa merasakan hasil yang sesuai dengan tujuan meditasinya. Istirahatkan pikiran, biarkan batin yang bekerja.

Proses Meditasi Inti sebagai berikut :
1. Duduklah santai dengan punggung ditegakkan, tetapi tidak tegang dan tidak juga terlalu santai.
    Tangan diletakkan di atas paha dan terbuka menghadap ke atas. 
    Pejamkan mata. Dalam kondisi terpejam, pandangan mata diarahkan santai ke bawah.

2. Tariklah nafas panjang dari hidung dengan halus dan lepaskan juga dari hidung dengan halus. 
    Lakukan dengan rileks dan dengan senyuman. 
    Rasakan jalannya nafas. Rasakan detak jantung.

3. Masa bodoh - kan semua masalah anda. 
    Masa bodoh - kan lingkungan anda. 
    Tenangkan hati dan pikiran anda. 
    Bayangkan anda sedang berada di alam pegunungan, tempat yang sejuk, tenang dan damai, 
    tempat yang cocok untuk menyepi. 
    Sekalipun suasana tempat anda berada sedang ramai, usahakan dapat mencari keheningan di 
    dalam keramaian. 

4.  Lakukan langkah-langkah di atas sampai anda dapat merasakan ketenangan dan keheningan dan 
    bisa merasakan getaran yang ada pada tubuh anda sendiri.

5.  Rasakan kembali semua beban anda. 
    Mulailah dengan beban yang ada di kepala anda. 
    Bayangkan anda sedang mengumpulkan beban-beban anda itu seperti sekumpulan sampah atau 
    kertas bekas yang ingin dibuang. 
    Gerakkan tangan ke kepala anda dan kumpulkan sampah-sampah itu di tangan anda. 
    Setelah terkumpul di tangan, dorong dan buang jauh keluar angkasa sambil mengucap : HUUAAHH .....  
    Lakukan beberapa kali sampai anda rasakan kepala anda sudah bersih dari kotoran-kotoran. 

6.  
Lakukan hal yang sama dengan no.5 di atas untuk semua sakit / penyakit di tubuh anda, di leher, 
    dada, perut, tangan, kaki, dsb, seperti sampah kertas bekas yang ingin dibuang. 
    Kumpulkan di tangan anda satu per satu dan buang jauh. HUUAAHH...…..
    Lakukan satu per satu beberapa kali sampai semua tubuh terasa bersih dan tidak sakit lagi atau 
    berkurang sakitnya.
    (Langkah no.6 ini bisa dilakukan sambil membuka mata tetapi harus tetap fokus dengan meditasi ini). 

7.  Kipas-kipaskan energi dengan kedua tangan anda ke semua bagian tubuh anda dari kepala sampai kaki,
    sugestikan anda sedang menyapu bersih beban pikiran, energi-energi negatif, sakit-penyakit dan 
    demam dalam tubuh anda. 
    Rasakan angin energi dari kipasan tangan anda membersihkan kabut dan asap hitam penyebab beban 
    pikiran, sakit-penyakit, dan energi negatif dalam tubuh anda. 
    Lakukan terus satu per satu pada bagian-bagian tubuh anda sampai anda merasa tubuh anda sudah
    bersih dan sehat.

8.  
Sebagai penutup, bayangkan anda sedang berada di udara terbuka. 
    Bentangkan kedua tangan ke samping dan hiruplah udara bersih yang panjang beberapa kali dan 
    rasakan energi alam yang segar mengisi tubuh, hati dan pikiran anda dan setelah itu anda merasa 
    bersih, sehat dan segar.


Dalam langkah-langkah meditasi di atas ada sugesti untuk mengheningkan cipta dan untuk membayangkan suatu keadaan. Lakukanlah itu dengan rasa, bukan dengan pikiran. Jangan menggunakan pikiran untuk berkonsentrasi atau membayangkan suatu keadaan. Secara sederhana bisa dikatakan proses di atas seperti kita melepaskan pikiran untuk melamun. Biarkan pikiran lepas mengalir, jangan malah digunakan keras untuk berkonsentrasi. 
Ada banyak meditasi yang di dalamnya ada laku membayangkan suatu kondisi.
Lakukanlah itu dengan santai seperti orang melamun, jangan malah keras berpikir.

Jika ada kesulitan dalam proses membayangkan kondisi alam yang tenang dan sejuk proses meditasinya bisa dilakukan santai dengan duduk bersandar, atau bahkan dengan tiduran tangan terlentang, supaya lebih rileks dan bisa santai membayangkan kondisi yang disugestikan.
Meditasinya bisa juga dilakukan di malam hari di teras rumah anda sendiri ketika suasananya tenang dan sejuk. Tapi kalau suasana malam hari menyeramkan, anda bisa melakukannya di pagi hari ketika matahari baru mulai muncul dan suasananya tenang dan sejuk. Anda bisa membayangkan tempat yang tenang dan sejuk yang menjadi favorit anda (bisa rumah orang tua, rumah kakek-nenek, sebuah tempat di pinggir sawah, atau sebuah tempat wisata).

Ini dimaksudkan untuk anda secara nyata bisa merasakan dan menghayati suasana yang tenang dan sejuk, tidak perlu lagi mencari-cari tempat lain untuk dibayangkan. Dan jika suatu saat anda bermeditasi, entah dimana anda melakukannya, anda sudah tahu dimana tempat tenang dan sejuk untuk menjadi tujuan anda membayangkannya.

Jika kita sudah terbiasa dan mahir berimajinasi dan bervisualisasi seperti meditasi di atas, dengan cara mengsugesti (/ memanipulasi) pikiran sendiri kita akan bisa mengsugestikan suasana sejuk malam hari untuk mengkondisikan tubuh kita menjadi dingin / sejuk ketika sedang kegerahan / kepanasan di siang hari, atau mengsugestikan suasana pagi hari yang hangat sejuk segar untuk mengkondisikan tubuh kita menjadi hangat / sejuk ketika sedang kedinginan di malam hari.

Jika setelah bermeditasi anda merasakan pikiran anda pusing / penat, berarti anda telah banyak menggunakan pikiran untuk berkonsentrasi, bukan dengan rasa, sehingga terjadi penumpukan energi di kepala. Jika mata dipejamkan, kecenderungannya memang kita akan menggunakan pikiran untuk berkonsentrasi. Karena itu untuk keperluan latihan, meditasinya bisa dilakukan tanpa memejamkan mata, tetapi mata jangan terfokus, arahkan pandangan mata santai ke bawah. Lakukanlah seperti orang melamun. 
Rasa penat di kepala itu bisa dihilangkan dengan mudah, yaitu dengan cara mengkipas-kipaskan energi dengan tangan anda ke kepala untuk menghilangkan konsentrasi energi di kepala. Bayangkan semua kabut putih kelebihan energi bersih tertiup kipasan tangan anda.
Sedapat mungkin semua kekuatan kebatinan yang berhasil dihimpun dapat diolah menjadi kekuatan rasa dan dapat disatukan dengan kepekaan rasa, supaya menjadi satu kesatuan kemampuan.

Keterangan langkah nomor 5 dan 6 di atas :
Untuk tujuan memudahkan sugesti penyembuhan, bagian tubuh yang sakit kita citrakan seperti sampah-sampah kertas sehingga lebih mudah penyembuhannya, yaitu dengan menyingkirkan sampah-sampah itu.
Bila sebelumnya anda sudah merasakan sakit kepala / penat / pusing, sakit perut, atau ada bagian tertentu tubuh anda yang sakit, bayangkan bahwa di bagian tubuh itu terdapat sampah-sampah kertas yang menjadi penyebab rasa sakitnya. 
Dengan langkah nomor 5 dan 6 di atas, kumpulkan kertas-kertas itu dengan tangan anda kemudian anda buang ke tempat sampah, bayangkan dengan tangan anda sedang mengumpulkan kertas-kertas itu kemudian anda buang ke tempat sampah. Lakukan terus sampai sugesti anda mengatakan kertas-kertas itu sudah terbuang semua. Bila cara anda benar, anda akan merasakan bahwa sakit pada bagian tubuh tersebut, entah penyebab sakitnya adalah karena keseleo, masuk angin, peradangan, kesambet, ataupun ketempelan mahluk halus, kemudian hilang atau berkurang sakitnya. Dengan cara itu anda telah membuang keberadaan energi negatif dari tubuh anda. Lakukanlah itu, kalau perlu dulangi lagi berkali-kali atau berhari-hari sampai sakitnya sembuh.
Dengan cara dan sugesti yang sama anda bisa juga menyembuhkan sakitnya orang lain.
Itu juga bisa dilakukan disaat kita stress / depresi ketika sedang kalut putus cinta, sakit hati, marah dan jengkel di kantor, kesal dan jengkel di rumah, dsb. Jika ada permasalahan yang rasanya seperti akan membuat kepala meledak, apalagi sampai ingin bunuh diri, jangan disimpan saja, jangan dipendam. Jangan melarikan diri dari masalah dan jangan mencari pelarian. Singkirkan. Kumpulkan semua masalahnya di kepala anda seperti sekumpulan kertas bekas, kemudian buang jauh sampai bersih tak bersisa. Dan lupakan, jangan diingat-ingat lagi. Ketika pikiran dan perasaan sudah lebih adem dan jernih anda bisa membuka kembali masalah anda yang masih memerlukan tindakan lebih lanjut.
Kalau sudah terbiasa melakukannya, di saat yang lain anda bisa melakukannya dalam sekejap saja. Kumpulkan semua masalahnya. Buang jauh. Lupakan.

Keterangan langkah nomor 7 di atas :
Biasanya untuk tujuan pengobatan / penyembuhan orang mencitrakan kondisi tubuh seperti foto rontgen hitam putih, kondisi tubuh yang normal berwarna putih dan yang sakit berwarna gelap (hitam). 
Tetapi untuk tujuan memudahkan sugesti penyembuhan, bagian tubuh yang sakit kita citrakan seperti tertutup kabut hitam, sehingga lebih mudah penyembuhannya, yaitu dengan meniup bersih kabut hitam itu. Atau kita citrakan ada kertas-kertas sampah, kemudian kita buang kertas-kertas sampah itu.
Untuk bagian tubuh yang sakit meradang, misalnya radang tenggorokan, kita citrakan berwarna merah meradang, penyembuhannya dengan meniup merah meradang itu sampai kembali sejuk dan berwarna putih.
Bila sebelum melakukan meditasi anda merasakan kepala anda penat / pusing, atau ada bagian tertentu tubuh anda yang sakit, bayangkan bahwa di bagian tubuh itu terdapat gumpalan kabut atau asap hitam yang menjadi penyebab rasa sakit. Dengan langkah nomor 7 di atas, kipas-kipaskan dengan tangan anda, bayangkan dengan angin kipasan itu anda sedang mengusir kabut atau asap hitam tersebut. Lakukan terus sampai sugesti anda mengatakan gumpalan kabut atau asap hitam itu sudah tertiup bersih terusir semua. Bila cara anda benar, anda akan merasakan bahwa sakit pada bagian tubuh tersebut kemudian hilang atau berkurang sakitnya. Dengan cara itu anda telah mengusir keberadaan energi negatif dari tubuh anda. Lakukanlah itu sampai sakitnya sembuh.
Contoh sugestinya adalah untuk sakit kepala, sakit perut, dsb. Bayangkan di bagian tubuh yang sakit itu terdapat kabut hitam penyebab sakitnya. Kipas-kipaskan dengan tangan anda sambil anda sugestikan kabut hitam itu berangsur-angsur memudar dan akhirnya menjadi bersih karena tertiup angin kipasan tangan anda. Lakukanlah itu sampai sakitnya sembuh (mungkin perlu dilakukan beberapa kali sampai sakitnya sembuh).
Contoh lain sugestinya adalah untuk sakit / penyakit yang berupa peradangan, misalnya sakit tenggorokan dan amandel yang meradang, atau sakit karena keseleo atau terkena benturan benda keras. Bayangkan bagian tubuh yang sakit itu merah meradang. Kipas-kipas dengan tangan anda sambil anda sugestikan bagian tubuh yang merah meradang itu berangsur-angsur normal kembali menjadi putih karena tertiup angin kipasan tangan anda dan sakitnya berkurang. Lakukanlah itu sampai sakitnya sembuh (mungkin perlu dilakukan beberapa kali sampai sakitnya sembuh, tergantung tingkat kemampuan anda, tergantung juga pada kemampuan pemulihan diri dari organ yang sakit).
Dalam langkah no.7 ini jangan anda berpikir anda hanya sekedar mengkipas-kipaskan angin dengan tangan, tapi sugestikan bahwa dengan tangan anda itu anda mengkipas-kipaskan energi anda untuk mengusir pergi energi-energi negatif penyakitnya sampai bersih.
Pada penggunaan yang ekstrim, cocok untuk sakit-penyakit yang berat yang penyembuhannya perlu beberapa kali, beberapa hari / minggu / bulan, kipasan tangan bisa diganti dengan kipas angin sungguhan. Arahkan angin kipas angin itu langsung ke bagian sakitnya dan sugestikan bahwa hembusan anginnya mengusir semua energi negatif dari bagian tubuh yang sakit. Lakukan sebentar saja, paling lama 1 menit saja. Jangan nantinya malah orangnya masuk angin. Ini sangat efektif untuk mengusir sakit demam kita.

Tambahan :
Secara naluri dan alami sudah sering kita secara refleks memegang bagian tubuh kita yang sakit, entah sakit perut, sakit kepala, keseleo, dsb. Kalau kita terus memegangnya dalam waktu yang agak lama, sakitnya akan pelan-pelan berkurang atau sakitnya malah bisa hilang sama sekali. Itu sama dengan grounding, yaitu dengan cara itu kita meredam dan menghisap efek negatif dan energi dari sakitnya.
Cara di atas yang kita memegang bagian tubuh yang sakit untuk menghilangkan rasa sakitnya akan lebih baik lagi kalau sambil memegangnya, sambil kita menumpangkan tangan kita di bagian tubuh yang sakit kita juga bersugesti menyalurkan energi positif melalui tangan kita untuk memulihkan bagian tubuh yang sakit itu. Hanya saja itu menjadi kendala kalau bagian yang sakit itu sulit dijangkau dengan tangan, atau itu berkenaan dengan tubuh orang lain, apalagi kalau orangnya tempatnya berjauhan, tidak sedang bersama kita.
Dengan cara di atas sambil kita menumpangkan tangan kita di bagian tubuh yang sakit akan lebih baik lagi hasilnya kalau kita juga bersugesti kepada Tuhan supaya menyembuhkan sakitnya.
Teknik sugesti mengumpulkan dan membuang sampah-sampah dan mengkipas-kipaskan energi di atas adalah cara lain yang praktis dan ampuh untuk banyak tujuan penyembuhan dan pembersihan energi negatif tubuh, hasilnya sangat tergantung pada tingkat penguasaan kita sendiri. Praktis dilakukan untuk keperluan sehari-hari. Dilakukan dengan kekuatan rasa.
Teknik sugesti mengumpulkan dan membuang sampah-sampah di atas lebih efektif dilakukan untuk sakit penyakit yang lebih berat. Dilakukan dengan kekuatan rasa. Sumber energi negatif / sakitnya pelan-pelan dan bertahap kita kumpulkan dan kita singkirkan sampai dianggap sudah sembuh / bersih, sampai tidak ada lagi sisa-sisa penyakit / energi negatifnya. 
Teknik sugesti mengumpulkan dan membuang sampah-sampah di atas bisa juga efektif untuk pembersihan gaib atau sakit penyakit karena kasus ketempelan / ketempatan mahluk halus, pada diri kita sendiri atau orang lain, yang gaibnya biasanya masuk ke dalam kepala atau ke dalam badan. Dilakukan dengan kekuatan rasa. Sumber energi negatif / sakitnya pelan-pelan dan bertahap kita kumpulkan dan kita singkirkan sampai dianggap sudah sembuh / bersih, sampai tidak ada lagi sisa-sisa energi negatifnya. Sesudahnya kita berikan energi positif untuk membantu tubuh memulihkan dirinya sendiri.
Teknik sugesti mengkipas-kipaskan energi di atas lebih efektif dilakukan untuk sakit penyakit yang ringan. Untuk sakit-penyakit yang berat mungkin harus dilakukan beberapa kali (atau beberapa hari) sampai sakitnya sembuh. Dilakukan dengan kekuatan rasa untuk mengkipas-kipaskan energi, jangan sekedar mengkipas-kipas, difokuskan langsung ke bagian sakitnya.
Untuk sakit penyakit yang berat, cara mengkipas-kipaskan energi itu mungkin tidak cukup kalau hanya dilakukan sekali saja, harus beberapakali (mungkin beberapa hari) sampai sakitnya sembuh, sambil menunggu tubuhnya memulihkan dirinya sendiri untuk memperbaiki sel-sel yang sudah rusak. Perlu juga anda memberikan energi positif di bagian sakitnya untuk membantunya memperbaiki sel-sel yang sudah rusak.
Untuk diri sendiri maupun untuk orang lain mengkipas-kipaskan energi itu bisa dilakukan langsung kepada bagian-bagian tubuh yang sakit untuk membersihkan adanya unsur-unsur negatif baik itu sakit-penyakit maupun mahluk halus (ketempelan, ketempatan, kesambet, dsb). Fokuskan rasa pada bagian sakitnya atau unsur negatifnya dan kipas-kipaskan energi anda untuk menyingkirkannya, jangan sekedar mengkipas-kipas.
Metode penyembuhan dengan cara mengipas-ngipaskan energi dengan tangan bisa juga anda lakukan untuk menyembuhkan orang lain. Lakukanlah dengan cara sugesti yang sama seperti keterangan di atas. Kipas-kipaskan energi dengan tangan anda sampai anda yakin sakit / penyakit di tubuh orang lain tersebut telah berangsur-angsur sembuh. Lakukanlah itu secara berkala sampai sakitnya sembuh.
Untuk menyembuhkan orang lain, cara penyembuhan di atas dapat dilakukan secara jarak jauh. Bayangkan saja anda duduk di sampingnya atau bayangkan kipasan energi anda sampai kepada orangnya (pada bagian tubuhnya yang sakit). Sugestikan bahwa dengan kipasan anda itu kabut hitam penyebab sakitnya tertiup bersih dan sakitnya sembuh. Lakukanlah itu secara berkala sampai sakitnya sembuh.
Untuk jenis sakit penyakit yang berat atau yang sifatnya adalah peradangan atau kerusakan jaringan sel-sel tubuh, pada bagian tubuh yang sakit biasanya ada penumpukan aura energi negatif. Dengan metode penyembuhan di atas aura energi negatif tersebut akan sempat hilang, tapi masih dapat muncul lagi dari bagian tubuh yang sakit, apalagi kalau sudah banyak sel-sel tubuh yang rusak. Jadi memang tidak bisa hanya sekali saja, pembersihannya perlu dilakukan beberapa kali (mungkin beberapa hari atau bahkan beberapa minggu / bulan), dilakukan terus dengan cara membersihkan aura negatifnya dan menambahkan energi positif di bagian sakitnya, sambil menunggu kondisi tubuhnya memulihkan diri untuk memperbaiki sel-sel yang sudah rusak.

Selebihnya akan lebih baik kalau sesudahnya anda juga menyalurkan / menurunkan energi positif untuk membantu sistem metabolismenya untuk membantu tubuhnya bekerja memperbaiki dirinya sendiri dengan sugesti menumbuhkan energi yang positif yang menyingkirkan energi-energi tubuhnya yang negatif.

Untuk diperhatikan :
Ada prinsip dasar dalam laku pengobatan / penyembuhan yang sebaiknya jangan sampai dilanggar, yaitu jangan terlalu "masuk" menjiwai / merasakan suasana sakitnya.
Lebih penting lagi : jangan memposisikan diri sebagai si sakit. Bagaimana kalau tubuh anda ikut sakit dan tidak bisa bergerak ?  Atau anda kerasukan ?
Prinsip dasar lainnya, dalam semua upaya pengobatan dengan kekuatan sendiri, dengan kebatinan atau tenaga dalam, kita harus memposisikan diri kita "di luar" dan dari luar itu kita menyalurkan energi kita untuk kesembuhan si sakit.
Dalam proses itu jangan kita menarik "energi" si sakit, jangan ada bagian si sakit yang masuk ke tubuh kita.
Lebih baik kalau energi sakitnya kita dorong keluar, atau dibungkus dengan energi kita kemudian dibuang jauh.
Maksudnya adalah jangan kita secara batin terlalu menyelami sakit si pasien, karena dengan berbuat begitu sama saja kita mengsugesti diri atau menghipnotis diri kita sendiri menjadi sama dengan si sakit (kita akan merasa sakit juga).
Kalau terlanjur terjadi begitu berarti nantinya kita juga harus menyembuhkan diri kita sendiri dengan menghapuskan sugesti kita itu atau menghipnotis diri kita sendiri supaya bebas, atau minta kepada khodam kita supaya membebaskan pikiran dan batin kita.
Kalau tidak bisa juga ya .. kita harus menyelaraskan batin kita kepada Tuhan.

Kalau terlanjur ada energi penyakit si sakit yang sudah kita hisap, berarti nantinya kita harus membersihkan diri kita sendiri dengan membuang energi penyakit itu dari dalam tubuh kita dan mengisi tubuh kita dengan energi yang baik.
Selebihnya akan lebih baik lagi kalau kita juga mempelajari teknik penyembuhan secara fisik, misalnya metode penyembuhan dengan cara pijat / urut, pijat refleksi, atau dengan ramuan, karena tidak semua sakit-penyakit dapat tuntas disembuhkan dengan cara pengobatan gaib / energi, terutama untuk sakit-penyakit yang bersifat fisik. Cara penyembuhan fisik itu juga untuk menindaklanjuti proses penyembuhan sakit-penyakit yang unsur gaibnya sudah disingkirkan, yang sakitnya sudah bukan karena gaib lagi seperti sebelumnya.

Mengenal Pelosok Terdalam Energi Jiwa Dan Meditasi /Meditasi Energi

KOMPAS.com — Kini semakin banyak dokter yang tidak hanya mengandalkan obat farmasi untuk kesembuhan pasiennya, tetapi juga terapi komplementer seperti yoga atau meditasi. Data di Amerika Serikat menunjukkan, 3 persen pasien di sana melakukan terapi keseimbangan tubuh dan jiwa karena rekomendasi dokternya. Setelah disurvei, ternyata lebih dari 3 persen orang melakukan terapi atas anjuran dokternya. Penelitian tersebut dilakukan berdasarkan National Health Interview Survey tahun 2007 terhadap 23.000 rumah tangga.
Pada tahun 2007, 38 persen orang Amerika menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer. Terapi keseimbangan tubuh dan jiwa, seperti yoga atau tai-chi yang mulai dikenal sejak tahun 2002, saat ini mengalami kenaikan popularitas hingga 75 persen.
Hasil survei menunjukkan 6,3 juta penduduk menggunakan terapi keseimbangan tubuh dan jiwa berdasarkan rekomendasi dokternya dan 34,8 persen melakukannya atas inisiatif sendiri. Kelompok yang mengikuti saran dokter itu pada umumnya memiliki kesehatan yang lebih buruk.
"Para dokter itu menganjurkan pasiennya untuk melakukan terapi komplementer sebagai upaya terakhir saat terapi konvensional gagal. Karena itu, kami menduga, jika terapi komplementer itu dilakukan sejak awal, mungkin hasilnya lebih baik," kata Dr. Aditi Nerurkar dari Harvard Medical School yang melakukan riset ini.
Kecenderungan yang sama juga bisa dilihat di perkotaan di Indonesia. Meski belum dianjurkan dokter, terapi komplementer seperti yoga atau meditasi kini makin mudah ditemukan, bahkan termasuk dalam program di pusat-pusat kebugaran.
Menurut dr. Surjo Dharmono, Sp.KJ(K) dari Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, terapi semacam meditasi dianjurkan kepada pasien bukan untuk mengobati penyakit. "Tujuannya adalah mengurangi stres akibat penyakit yang diderita. Ketika stres berkurang, kekebalan tubuh akan meningkat sehingga diharapkan penyakitnya lebih cepat sembuh," katanya.

______


Setiap tubuh manusia memiliki mekanisme penyembuhan diri, hanya saja mereka kurang menyadari hal itu. Kebanyakan orang lebih memilih lari dari permasalahan atau mengupayakan penyembuhan dengan cara-cara yang praktis atau yang modern. Tetapi tidak semua penyakit dapat disembuhkan dengan cara-cara modern, karena itu banyak juga orang yang mengupayakan penyembuhan dengan cara-cara tradisional, seperti pengobatan menggunakan tanaman obat (herbal), pijat refleksi, akupunktur, tenaga dalam / prana sampai pengobatan dengan cara-cara gaib.
Olah raga, diet dan perawatan medis, bisa membantu menjaga kesehatan dan penyembuhan penyakit. Menonton film, menyanyi, berlibur dan bersenang-senang bisa mengurangi stres dan kejenuhan sehari-hari. Curhat kepada sahabat atau datang ke psikolog bisa membantu meringankan masalah dan tekanan batin yang dialami.
Ada juga cara mudah dan praktis untuk menenangkan hati dan pikiran, yaitu yang disebut Terapi Musik. Hampir setiap orang senang mendengarkan musik. Apalagi ketika sedang stres, musik bisa memberikan ketenangan dan perasaan lega, karena secara psikis musik bisa membuat orang merasa rileks. Dalam keadaan rileks, metabolisme tubuh bisa bekerja dengan lebih baik dan lebih teratur. Jenis musiknya bisa apa saja, yang terbaik adalah musik / lagu kegemarannya. Tetapi dalam kondisi tubuh yang sedang sakit musik yang terbaik adalah yang iramanya bergenbira, yang ketika orang menikmati musiknya, semangatnya ikut terangkat. Kondisi yang bersemangat dan bergembira akan memicu kerja metabolisme tubuh yang lebih baik dalam proses penyembuhan.
Namun ada satu prinsip dasar yang sangat membantu proses penyembuhan, paling tidak dapat mengurangi penderitaan seseorang karena sakitnya atau masalahnya, yaitu  Sikap Menerima, itu membantu penyembuhan. Dengan cara itu berarti kita sudah menyelaraskan pikiran, perasaan dan batin kita untuk tidak ruwet karena masalah, untuk tidak memperkeruh keadaan di dalam diri kita. Dan proses penyembuhan kita akan menjadi lebih cepat bila kondisi kita juga bersemangat dan bergembira. 

Salah satu bentuk upaya penyembuhan diri adalah dengan cara meditasi. Metode ini telah terbukti bisa mengatasi berbagai masalah yang bersifat psikologis maupun biologis. Secara ilmu kedokteran maupun ilmu psikologi meditasi sangat membantu proses penyembuhan. Bukan berarti dengan meditasi ini semua masalah langsung selesai, tetapi dengan jalan meditasi seseorang akan menemukan ketenangan hati dan dapat berpikir dengan tenang, jernih dalam memecahkan masalah, dan membantu proses kesembuhan.
Secara umum, Meditasi diartikan sebagai suatu cara konsentrasi mengheningkan cipta untuk suatu tujuan psikologis tertentu, dengan cara merelaksasikan pikiran dan melepaskan pikiran dari semua hal, baik yang menarik, membebani, ataupun yang mencemaskan dalam hidup sehari-hari.
Ada banyak ajaran meditasi dan kita bisa mengikuti salah satunya dengan ikut serta dalam komunitas / perkumpulan meditasi yang ada di tempat tinggal kita, atau mencari informasi tatacaranya secara on line di internet. Bentuk meditasi yang diajarkan tergantung pada tujuannya, seperti untuk kekhusyukan agama (komunitas keagamaan), ketenangan hati, penyembuhan penyakit, pembangkitan tenaga prana / kundalini, kemampuan gaib spiritual, dsb.
Suatu penelitian menemukan bahwa mereka yang melakukan meditasi secara teratur akan kurang merasakan rasa sakit karena otak mereka mengantisipasi rasa sakit yang kurang. Mungkin ada beberapa pasien nyeri kronis yang bisa mendapatkan manfaat dari terapi meditasi lebih daripada yang lain. Jika kita dapat mengetahui mekanisme kerja dari meditasi untuk mengurangi rasa sakit, kita mungkin dapat membantu para penderita nyeri kronis supaya tidak bergantung pada obat-obatan penghilang rasa sakit.


______





  Jenis-jenis dan Tujuan Meditasi.


Secara umum laku meditasi ada dalam ranah keilmuan kebatinan - spiritual, tetapi pada jaman sekarang ini ada banyak bentuk meditasi yang diadaptasikan orang menjadi praktis pelaksanaannya dan bisa untuk banyak macam tujuan.
Ada banyak macam bentuk meditasi dan ada banyak macam tujuan orang bermeditasi, misalnya :

1. Meditasi mengheningkan cipta
Di dalam dunia keilmuan kebatinan / spiritual dan tenaga dalam, di dalam laku meditasi jenis ini biasanya ada istilah untuk mengosongkan pikiran, rasa dan karsa, menidurkan panca indera, hening menuju titik nol, suwung, tidak ada apa-apa, tidak ada siapa-siapa, kosong, yang jika titik nol itu tercapai biasanya orangnya kemudian akan mendapatkan suatu "pengetahuan" tertentu, suatu "kesadaran baru" atau suatu kondisi tubuh tertentu, ada juga yang mengatakannya sebagai mendapatkan "Pencerahan".
Dalam masyarakat umum jaman sekarang biasanya meditasi jenis ini digunakan untuk tujuan relaksasi, untuk menyelaraskan pikiran dan energi tubuh, untuk melatih mengendalikan pikiran dan panca indera, untuk melatih kejernihan dan konsentrasi berpikir, untuk mendatangkan ide dan ilham (dan untuk membantu berimajinasi), untuk tujuan penyembuhan, dsb.

Secara umum jenis meditasi inilah yang diketahui orang pada jaman sekarang, sehingga hampir setiap orang yang menjalankan suatu laku meditasi, apapun tujuannya bermeditasi, selalu diupayakan mengheningkan cipta, mencari kekosongan dan keheningan. Padahal ada banyak macam jenis meditasi dan masing-masing meditasi ada tujuannya sendiri-sendiri dan ada metodenya sendiri-sendiri. Tidak semuanya harus mengheningkan cipta dan tidak semuanya harus mencari kekosongan dan keheningan.

2. Meditasi untuk tujuan kebatinan / spiritual,
Contoh meditasi untuk tujuan kebatinan / spiritual adalah meditasi olah rasa dan pembangkitan indera keenam, meditasi untuk melihat gaib / terawangan, meditasi energi, meditasi menurunkan energi, meditasi olah energi (latihan membentuk dan memainkan energi), meditasi untuk kebatinan kanuragan, meditasi kundalini dan reiki, meditasi kebatinan dan spiritual ketuhanan, dsb. 
Dengan mengikuti tatalaku tertentu jenis meditasi ini juga sering digunakan sebagai jalan mendapatkan sasmita / wangsit / wahyu. Meditasinya difokuskan kepada sosok-sosok gaib tertentu yang diharapkan darinya ada wangsit / wahyu yang turun. Biasanya dilakukan bersamaan dengan laku berpuasa, menjadi sarana untuk berdoa meminta petunjuk untuk dikabulkannya suatu permohonan.

Pada jaman dulu meditasi untuk mendapatkan wangsit / wahyu dilakukan orang dengan bertapa brata dan membacakan doa-doa tertentu, dan orangnya tidak akan menghentikan tapanya sebelum ada wangsit / wahyu yang turun kepadanya (sebelum ada pemberitahuan bahwa permohonannya dikabulkan atau tidak dikabulkan).
Jenis meditasi ini juga umum dilakukan dalam tatalaku orang berketuhanan, selain sebagai tatalaku yang sudah rutin dilakukan sebagai ritual pribadi dan kelompok, atau menjadi tatalaku rutin dalam ritual-ritual keagamaan, juga menjadi sarana untuk meminta diturunkannya petunjuk / wahyu / wangsit / ajaran / pengetahuan, dan untuk mendapatkan "Pencerahan".
Jenis meditasi ini juga banyak dilakukan orang sambil bertirakat di tempat-tempat yang wingit dan sakral dalam rangka "ngelmu gaib" atau untuk "ngalap berkah".

3. Meditasi untuk kanuragan / kesaktian
Pada tingkatan dasar meditasi jenis ini banyak digunakan di masyarakat untuk membantu kesehatan dan kebugaran, biasanya dilakukan juga dengan tambahan gerakan-gerakan khusus atau olah pernafasan khusus, misalnya yoga dan senam Taichi atau senam-senam lain yang gerakan-gerakannya khusus dan lambat yang berbeda dengan jenis senam aerobik. 
Meditasi jenis ini yang tujuannya khusus untuk kesaktian kanuragan atau kesaktian gaib contohnya adalah meditasi pembangkitan kundalini, meditasi memutar cakra / tenaga dalam, meditasi untuk membangkitkan dan membangun kekuatan kebatinan dan tenaga dalam atau meditasi energi untuk "menurunkan" / menyerap energi alam dan meditasi untuk latihan olah energi. 
Supaya hasilnya optimal untuk laku dan tujuan keilmuan tertentu ada yang meditasinya dilakukan sambil menjalankan olah gerak dan olah nafas tertentu, atau untuk menyempurnakan hasilnya meditasinya dilanjutkan lagi dengan olah gerak dan olah nafas tertentu. Untuk menambah efektivitasnya biasanya meditasinya dilakukan juga bersamaan dengan berpuasa.


  Kendala-kendala dalam bermeditasi

Tetapi ternyata, walaupun kelihatannya sepele, ternyata tidak semua orang bisa langsung mendapatkan hasil dari tujuannya bermeditasi, bahkan banyak 
orang yang tidak berhasil menyelesaikan laku meditasinya. 
Ada orang-orang yang mengalami rasa tidak enak ketika bermeditasi, atau sesudahnya, terutama meditasi memejamkan mata mengheningkan cipta. Gejala-gejalanya sebelumnya tidak dirasakannya, tetapi baru dirasakannya sesudah ia mencoba bermeditasi. Mengenai laku meditasi, memang tidak selalu mudah awalnya bagi semua orang, apalagi kalau orangnya memiliki suatu masalah di dalam dirinya yang sebelumnya tidak disadarinya.
Misalnya :
1. Ada orang-orang yang tidak biasa hening, sehingga agak susah awalnya untuk langsung bisa hening,
    mungkin mereka akan keras berkonsentrasi untuk bisa hening dan akan tidak sabar dalam bermeditasi.
2. Ada orang-orang yang terbiasa keras berpikir, sehari-harinya lebih aktif dengan pikirannya, kepalanya
    penuh dan penat dengan energi, sehingga agak sulit ketika ia harus mengendorkan pikirannya, mungkin
    untuk hening pun ia akan keras berkonsentrasi supaya bisa hening, bukannya mengendorkan pikirannya.
    Ketika bermeditasi memejamkan mata, gelombang energi pikiran akan tampak berkecamuk seperti
    sinar-sinar atau garis-garis bersinar merah atau lingkaran-lingkaran sinar yang bergerak liar, atau merasa
    melihat ada kilatan-kilatan cahaya atau 
merasa ada suara-suara letupan di dalam pikiran atau di telinga
    
(saraf keseimbangan). Tetapi nantinya sesudah terbiasa bermeditasi gelombang pikirannya akan menjadi
    
lebih halus dan teratur, karena sudah terbiasa untuk selaras menuju keheningan.
3. Ada orang-orang yang mengalami ketidakseimbangan saraf, sehingga sebentar saja memejamkan mata,
    ia merasa dirinya goyang hendak jatuh (nggliyeng).
4. Ada juga orang-orang yang ada ketidakselarasan gelombang energi dalam tubuhnya, sehingga sebentar
    saja memejamkan mata, ia merasa dirinya melambung.
5. Ada juga orang-orang yang kondisi saraf dan energi otak dan jantungnya kurang baik, sehingga ketika ia
    memaksakan dirinya bermeditasi, 
sesudahnya kepalanya terasa pening atau pusing, tekanan darahnya
    
turun, dsb, gejalanya seperti orang masuk angin.


Jadi jika selama atau sesudah bermeditasi ada rasa dan gejala-gejala di atas yang kita alami, mungkin saja sebenarnya kita mengalami salah satu masalah di atas yang mungkin selama ini tidak kita sadari. 
Jadi laku bermeditasi itu sebenarnya juga menjadi cara untuk kita mendeteksi adanya masalah di dalam diri kita. Walaupun dalam kondisi sehari-hari masalah-masalah itu tidak muncul, tidak terasa gejalanya, tetapi selama atau sesudah menjalankan laku meditasi itu kemudian masalahnya akan tampak dan terasa gejalanya. Nantinya kalau sudah terbiasa bermeditasi, maka masalah-masalah di atas akan teratasi, karena tubuh, pikiran dan energi kita akan beradaptasi sendiri menyelaraskan diri menuju titik nol. Itu juga sebenarnya manfaat meditasi yang ditawarkan dalam meditasi-meditasi untuk relaksasi, penyembuhan, dsb.

Untuk mengatasi masalah-masalah di atas, bagi yang mengalaminya, untuk latihan awalnya bisa saja meditasinya dilakukan siang hari dan tidak 
memejamkan mata. 
Pada saat yang lain, meditasinya dilakukan malam hari dalam kondisi ruangan gelap gulita, mata boleh tidak terpejam, tetapi tetap santai, seperti orang melamun, pandangan diarahkan santai ke bawah. 
Tetapi pada latihan meditasi selanjutnya sebaiknya kita membiasakan diri untuk memejamkan mata, untuk memunculkan aktivitas batin dan sukma yang sebenarnya, yang juga berfungsi untuk mengsugesti diri untuk menyelaraskan semua energi, pikiran dan batin, untuk selaras menuju titik nol.
Untuk orang-orang yang mengalami masalah-masalah di atas Penulis menganjurkan supaya mereka melakukan meditasi menurunkan energi, karena energi yang diturunkannya ke dalam tubuhnya itu akan menambahkan energi positif di dalam tubuhnya dan membantu menyingkirkan energi-energi yang negatif dari tubuhnya dan membantunya juga menyelaraskan energi tubuhnya. Orangnya nantinya akan merasa lebih sehat dan bugar bertenaga.
Dalam setiap kita bermeditasi usahakan supaya kita bisa mengendorkan pikiran. Pikiran dikendorkan seperti orang melamun, jangan malah berpikir keras untuk berkonsentrasi. Kendorkan pikiran, biar batin dan rasa yang bekerja.
Usahakan juga supaya tempat kita bermeditasi tidak terang terkena cahaya lampu, apalagi langsung terkena cahaya matahari, karena dalam kondisi kita bermeditasi (memejamkan mata) tubuh dan saraf-saraf kita akan menjadi peka terhadap cahaya (dan energi). Jangan sampai sesudah bermeditasi itu kepala kita pusing.

Faktor terbanyak yang menjadi penghalang pencapaian keberhasilan dari suatu laku meditasi adalah adanya khodam ilmu / pendamping dan adanya mahluk halus yang berdiam di dalam kepala atau di dalam badan (ketempatan mahluk halus) yang keberadaan mereka itu sering sekali memberikan bisikan dan penglihatan gaib fiktif, ilusi dan halusinasi, atau mendorong orangnya melakukan gerakan-gerakan tertentu, terutama dalam meditasi mata terpejam, apalagi bila dalam meditasinya orangnya mengamalkan amalan tertentu. Ada juga yang orangnya sampai dibuat seolah-olah dirinya merogoh sukma, merasa rohnya keluar dari tubuhnya dan berjalan-jalan di alam gaib atau merasa rohnya terbang ke langit atau berhalusinasi bertemu dengan sosok-sosok halus tertentu.

Kondisi di atas, jika benar terjadi, dalam segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia gaib bisa dikatakan bahwa orang itu masuk ke dunia gaib fiktif, paling sering dialami oleh orang-orang yang ketempatan mahluk halus di dalam kepalanya atau di dalam badannya, terutama yang jenis gaibnya adalah sukma manusia.

Dengan kondisi gaib yang serba fiktif itu jika orang itu menjalani keilmuan kebatinan, misalnya menurunkan energi, melihat gaib, merogoh sukma, dsb, semuanya itu tidak benar-benar terjadi. Walaupun orangnya merasa berhasil menurunkan energi yang besar, merasa bisa melihat mahluk halus, merasa rohnya keluar dari raganya, tetapi semuanya itu fiktif, karena sesungguhnya tidak ada energi yang diturunkan, sosok wujud mahluk halus yang dilihatnya tidak sama dengan aslinya, dan rohnya tidak sungguh-sungguh keluar dari raganya, semuanya fiktif.

Dan jika orang itu mencocokkan penglihatan gaibnya kepada orang lain yang ternyata orang lain itu bisa melihat gaib karena dirinya juga ketempatan mahluk halus di dalam kepala atau badannya, maka kemungkinan besar hasil terawangan orang itu juga fiktif sifatnya, karena sosok wujud mahluk halus yang dilihatnya tidak sama dengan aslinya. Penglihatan gaib mereka sama-sama fiktif.

Karena itu jika anda sadar bahwa diri anda berkhodam atau dari adanya gejala-gejala di atas terindikasikan bahwa diri anda mungkin berkhodam atau ketempatan mahluk halus, sebaiknya sebelum bermeditasi anda sampaikan kepada khodam-khodam anda dan kepada semua mahluk halus yang bersama anda supaya jangan memberikan gambaran dan bisikan gaib apapun. Perintahkan supaya mereka netral mengikuti saja aktivitas anda (tetapi jika di tubuh anda ketempatan mahluk halus, mungkin perlu dipertimbangkan untuk anda melakukan pembersihan gaib, jika mahluk halusnya bersifat tidak baik).

Sesudah diperintahkan begitu mudah-mudahan semua gaib yang bersama anda tidak akan memberikan halusinasi kepada anda, tetapi gaib yang di dalam badan / kepala, terutama yang jenisnya adalah sukma (arwah) manusia kemungkinannya akan tetap memberikan halusinasi, karena sudah watak dasarnya menipu dan menyesatkan. Karena itu atas adanya jenis gaib sukma di dalam tubuh manusia Penulis menganjurkan untuk diisolasi dan dikeluarkan saja. Selebihnya tinggal anda sendiri untuk kritis membedakan mana yang nyata dan mana yang fiktif / ilusi, jangan sampai terbawa mengikuti yang sifatnya fiktif / tipuan. Usahakan untuk belajar bisa fokus kepada roh pancer dan sedulur papat kita sendiri dalam hal inspirasi, ide dan ilham dan gambaran gaib, jangan kepada yang lain.

Kondisi meditasi memejamkan mata itu sendiri dapat mendorong munculnya gambaran-gambaran ilusi / halusinasi yang berasal dari alam bawah sadar anda dan mungkin juga muncul kejadian-kejadian gaib lain karena adanya reaksi dari mahluk-mahluk gaib di sekitar anda berada (karena adanya pancaran gelombang energi tubuh dan pikiran anda). Karena itu dalam rangka bermeditasi (yang memejamkan mata), jika ada gambaran-gambaran gaib yang tampak di mata atau di pikiran anda, baik itu hanya ilusi / halusinasi, ataupun yang benar ada sosok gaibnya, sebaiknya diabaikan saja, tidak perlu dipikirkan dan tidak perlu dipermasalahkan. Tetapi jika ternyata benar ada sesosok gaib yang mendatangi anda sebaiknya anda berhati-hati dan berwaspada.


  Karakteristik Meditasi

Pada jaman dulu orang-orang yang 
sedang khusus menjalani laku kebatinan dan spiritual (olah batin) biasanya akan melakukannya dengan jalan menyepi, berpuasa, semadi, atau tapa brata. Selain dilakukan untuk tujuan mendapatkan pencerahan spiritual yang terkait dengan kesaktian atau dunia spiritual, kekuatan dari laku mereka itu akan menambah tinggi kekuatan gaib kebatinan dan spiritual mereka, sekaligus juga menambah tinggi energi dan kekuatan kesaktian kanuragan mereka.
Pada masa sekarang metode meditasi dan bacaan mantra / amalan dibuat sesederhana mungkin sesuai kebutuhan manusia pada jaman sekarang yang ingin "berilmu" dengan cara mudah dan dalam tempo yang singkat, sehingga tidak banyak orang yang menyadari bahwa laku meditasi, bacaan amalan / mantra dan ajian sebenarnya dulu pada saat manusia masih hidup di jaman kesaktian, merupakan pelajaran tingkat tinggi, bukan untuk orang yang baru belajar. Yang melakukannya hanyalah orang-orang "senior" yang telah menekuni dan melewati masa-masa olah kanuragan, yang untuk menapak ke tingkatan selanjutnya yang lebih tinggi akan mulai banyak melakukan laku tirakat, puasa, berprihatin, meditasi, bahkan tapa brata, untuk memperdalam dan meningkatkan kekuatan keilmuannya.
Pada masa sekarang orang lebih terdorong untuk langsung bisa cepat memiliki kesaktian (kesaktian kanuragan maupun kesaktian gaib), sehingga pembelajaran amalan-amalan dan mantra, aji-aji, tenaga dalam murni, pembangkitan kundalini, dijadikan objek latihan yang utama, bahkan sudah banyak diwujudkan menjadi suatu perguruan khusus yang mengajarkan keilmuan itu. Sekalipun kemudian orangnya merasa berhasil menguasai keilmuan yang tinggi, karena ilmu yang dilatih itu juga sebenarnya keilmuan tingkat tinggi, tetapi karena materi dasar keilmuannya dan sisi kebatinan / spiritualnya yang sebenarnya adalah pondasi dari keilmuannya itu tidak lebih dulu diajarkan (dan tidak dikuasai), maka kemudian keilmuannya itu tidak dalam, dangkal, dan mudah dipunahkan (hanya mengolah kulitnya saja, ilmu kulit, bukan ilmu dalaman / sepuh) dan penggunaannya terbatas.

Semua laku meditasi merupakan laku tingkat tinggi yang untuk menjalaninya seseorang diharapkan sudah cukup "sepuh" secara psikologis dan mental untuk bisa mengendalikan pikiran dan perasaannya, untuk bisa mengendapkan gelombang hasrat dan energi tubuh, pikiran dan perasaan, untuk diselaraskan dalam laku meditasinya. Jika itu belum bisa dikuasai, maka akan sulit seseorang berhasil menjalani suatu laku meditasi, apalagi mencapai hasil dari tujuannya bermeditasi.

Bukan berarti laku meditasi hanya cocok dilakukan oleh orang-orang yang sudah cukup sepuh psikologisnya, justru laku meditasi itu bisa menjadi sarana untuk belajar mengendapkan dan mengendalikan gelombang hasrat dan energi tubuh, pikiran dan perasaan, untuk belajar membentuk psikologis yang sepuh.

Yang perlu dipahami jika seseorang ingin melakukan meditasi adalah sebelumnya orangnya harus sudah tahu, memiliki pemahaman tentang tujuan meditasinya dan proses lakunya, sehingga laku meditasinya menjadi lebih terarah, lebih fokus kepada tujuannya, supaya menjadi lebih efektif dalam mencapai apa yang menjadi tujuan meditasinya, tidak mengambang mengawang-awang. Semua proses lakunya harus dijalankan dengan benar, jangan ada kesalahan, jangan menyimpang, jangan dicampurkan dengan metode meditasi lain yang berbeda, supaya lakunya bermeditasi tidak sia-sia dan tidak mendatangkan efek resiko dari adanya kesalahan prosedur.

Biasanya tatalaku dan prosedur, tahapan-tahapan laku dalam bermeditasi sudah disusun sistematis sedemikian rupa untuk bisa dipelajari dan dipraktekkan sekalipun oleh orang-orang yang masih awam dan tidak akan mendatangkan resiko / masalah selama prosedur-prosedur dan tahapan lakunya dijalankan dengan benar. Karena itulah tatalaku dalam bermeditasi (termasuk meditasi untuk tujuan melatih keilmuan) seringkali oleh para pelakunya dianggap tidak praktis, bertele-tele, dsb. Tetapi sebaiknya aturan itu tetap harus dihormati. Bagaimanapun juga itu adalah prosedur standar yang sudah disusun sedemikian rupa supaya orang aman melakukannya. Jika orangnya benar sudah menguasai proses lakunya dan benar sudah berhasil mencapai tujuan dari meditasinya, barulah ia boleh melakukan improvisasi untuk menambah kepraktisan dan efektivitas dari laku meditasinya, atau diimprovisasikan supaya bisa juga digunakan untuk tujuan meditasi yang lain. 

Pada halaman-halaman berikutnya Penulis mencoba menuliskan beberapa metode meditasi kebatinan spiritual. Penulis coba menuntun proses meditasinya dengan cara-cara yang sederhana dan mudah. Karena itu jika anda ingin mempelajarinya jangan rumit dipikirkan, jangan malah dibikin susah, nanti malah bingung sendiri. Lakukan saja sesuai petunjuknya. Masing-masing meditasi ada tujuannya sendiri-sendiri dan ada metodenya sendiri-sendiri. Jangan ada langkah / metode suatu meditasi yang dicampurkan dengan langkah / metode meditasi yang lain. Juga jangan dicampurkan dengan metode meditasinya orang lain, nanti malah keliru dan mungkin dapat menimbulkan efek yang tidak dikehendaki. 
Semua laku yang bersifat kebatinan di dalamnya selalu disebutkan tujuannya (termasuk tujuan sugestinya) dan dalam setiap lakunya selalu mengedepankan penghayatan, baik itu laku kebatinan yang bersifat kerohanian / ketuhanan / keagamaan, maupun yang bersifat keilmuan, bukan mengedepankan kepintaran berpikir dan berlogika, bukan sebatas terlaksananya bentuk laku formalitasnya, bukan juga mengedepankan amalan doa dan mantra. Pemahaman seseorang akan tujuan lakunya dan kualitas penghayatan dan penjiwaannya dalam lakunya itu, selain ketekunannya, akan sangat membedakan hasil dan prestasi yang mampu diraihnya dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama.

Karena itu jika anda menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan, baik kerohanian maupun keilmuan, selalu dituntut supaya anda memahami tujuan dari lakunya itu dan mampu menghayati lakunya, sehingga jika anda mengalami kesulitan dalam menjalani lakunya itu kemungkinan penyebabnya adalah karena anda belum bisa menghayati lakunya (atau anda belum tahu tujuan dari lakunya).

Jika anda sudah bisa menghayati lakunya, maka anda akan menemukan suatu rasa yang bersifat khusus, yang itu hanya ada dalam laku itu saja, tidak ada dalam aktivitas yang lain, yang kemudian setelah semakin didalami dan matang, maka itu akan menjadi kekuatan rasa.

Kekuatan rasa setelah semakin didalami dan matang, jika anda menerapkan itu dalam semua aktivitas kehidupan anda maka semua perbuatan-perbuatan anda akan mengandung suatu kegaiban yang akan bisa anda rasakan perbedaan kegaibannya dibanding jika anda melakukan perbuatan yang sama dengan sikap batin yang normal saja.

Pada tahap selanjutnya dalam anda melakukan suatu perbuatan dalam laku anda itu anda harus melakukannya dengan cara bersugesti, yaitu mengkondisikan sikap batin anda secara khusus , mendayagunakan kekuatan rasa untuk melakukan suatu perbuatan tertentu, mendayagunakan penghayatan rasa.

Penghayatanolah rasa dan olah sugesti adalah dasar-dasar dalam keilmuan kebatinan dan spiritual, selalu ada dalam semua laku yang bersifat kebatinan dan spiritual yang itu harus lebih dulu bisa dikuasai oleh para pelakunya sebelum mereka menapak ke tingkatan yang lebih tinggi. 
Karena itu jika anda ingin mempelajari dan menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan dan spiritual, termasuk laku kebatinan dan spiritual dalam halaman ini, maka poin-poin di atas harus lebih dulu anda mengerti dan harus diterapkan dalam laku anda itu supaya laku anda itu lebih bisa diharapkan keberhasilannya dibanding jika poin-poin itu belum anda kuasai. Pemahaman anda atas tujuan lakunya akan menuntun laku anda ke arah tujuan yang benar, lakunya tidak mengambang dan tidak mengawang-awang tak tentu arah. Dan selain ketekunan anda, kualitas penghayatan dan penjiwaan anda akan sangat menentukan hasil dan prestasi yang mampu anda raih dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama. 
Dan jika kita bisa menghayati lakunya, kita akan menemukan suatu rasa yang bersifat khusus, yang itu hanya ada dalam laku itu saja, tidak ada dalam aktivitas kita yang lain. Kualitas kita atas penghayatan dan penjiwaan itu akan sangat membedakan kondisi batin kita sebelum, selama dan sesudah kita melakukannya, akan ada rasa tersendiri dan akan ada pencerahan tersendiri dalam kerohanian kita dan itu akan membedakan kita dengan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama. Sesudahnya setiap kita menjalani laku yang sama diharapkan agar kita selalu mampu menghayati laku kita itu supaya juga dapat memperbaiki kualitas pencapaian kita. Kalau sesudah menjalani lakunya kita masih juga tidak mendapatkan pencerahan apa-apa, kemungkinan besar penyebabnya adalah karena kita belum tahu tujuan lakunya dan belum bisa menghayati proses lakunya.


  Meditasi Dengan Sugesti Kebatinan / Spiritual

Penulis sudah menuliskan beberapa contoh metode yang sudah sangat disederhanakan dari meditasi energi dengan sugesti kebatinan-spiritual. Jika seseorang menguasai pemahaman tentang olah energi, olah kebatinan dan olah spiritual, maka energi yang berhasil dihimpunnya dari laku meditasi kebatinan spiritual itu bisa diolah menjadi energi kekuatan kanuragan dan tenaga dalam, kekuatan kebatinan atau kekuatan spiritual, juga bisa diolah menjadi kekuatan roh / sukma yang berasal dari kekuatan sugesti kebatinan / spiritual.

Dalam laku meditasi energi, energi yang berhasil dihimpun dari alam (energi potensial) jika sudah diolah menjadi energi kekuatan kanuragan, atau menjadi kekuatan kebatinan / spiritual, kemudian akan menjadi berbeda sifat dan karakteristiknya, tidak sama lagi dengan energi aslinya yang dari alam, mengikuti bentuk pengolahannya.

Energi alam sangat besar dan berlimpah, tetapi sifatnya halus, tidak padat dan tidak tajam.

Jika energi alam itu hanya dihimpun / ditampung saja di dalam tubuh, kemudian akan menjadi energi potensial yang akan menambah kekuatan tubuh, stamina, kesehatan dan kebugaran, dan energinya sewaktu-waktu bisa juga dikeluarkan untuk aktivitas tertentu. Biasanya kekuatannya akan muncul sendiri tanpa disengaja, misalnya ketika sedang emosi, atau sedang berkelahi. Tetapi jika seseorang sudah menguasai teknik kekuatan rasa atau sudah menguasai teknik penggunaan energi, maka energi potensial itu akan dapat digunakan dengan sengaja untuk banyak tujuan penggunaan energi, bisa untuk kekuatan badan dan pukulan, bisa untuk memancarkan aura pengasihan atau kewibawaan, bisa untuk pengobatan gaib, pagaran gaib, pembersihan gaib atau untuk menyerang kekuatan mahluk halus sampai yang kekuatannya setingkat dengan energi potensial itu.

Jika energi potensial itu berhasil disatukan dengan energi tubuh, energi itu akan menjadikan tubuh orangnya terasa bertenaga, padat dengan energi, bisa juga menjadi kekuatan kanuragan. Metode ini berguna sekali untuk orang-orang yang aktif secara fisik, para pekerja berat, para pesilat, olah ragawan, dsb, yang jika mahir menguasai tekniknya orangnya akan bisa dengan seketika menyerap energi alam untuk menambah kekuatannya sehingga tubuhnya terasa padat bertenaga, untuk mengisi kembali energinya yang habis terkuras (recharge), dan untuk membersihkan tubuh dari sampah-sampah energi sisa-sisa pembakaran tubuh dan menggantinya dengan energi baru yang bersih.

Jika dalam laku meditasi energi itu energinya dialirkan mengisi cakra-cakra energi tubuh, disatukan dengan tenaga dalam, yang sesudahnya diolah kembali bersama dengan olah gerak dan olah nafas untuk menyatukan energinya dengan energi tenaga dalamnya, itu akan secara signifikan memperbesar kandungan energi tenaga dalam orangnya. (Sebaiknya jangan digunakan untuk mengisi cakra-cakra energi di kepala, karena kepenuhan energi di kepala bisa menyebabkan kepala pusing dan pening).

Jika energi hasil laku meditasi energi itu berhasil diolah dengan olah kebatinan yang mengedepankan kekuatan rasa di dada (dan visualisasi), energinya akan menjadi besar dan padat. Selain murni untuk tujuan kekuatan keilmuan kebatinan, energi kebatinan ini juga dapat diolah dengan sugesti kebatinan kanuragan untuk tujuan mempertinggi kekuatan kanuragan seseorang, disatukan / dikombinasikan dengan kekuatan tenaga dalam atau bahkan untuk menggantikan kekuatan tenaga dalam, misalnya dengan olah laku dan amalan lembu sekilan seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul  Kebatinan dan Kanuragan.
Jika berhasil diolah dengan sugesti spiritual, dengan kekuatan visualisasi pikiran, energinya akan menjadi halus tetapi tajam, menjadi energi dan kekuatan spiritual. Kekuatan spiritual ini lebih banyak bersifat kekuatan gaib yang tajam untuk disalurkan melalui kekuatan pikiran, bisa untuk membuat bola pagaran gaib, membuat laser energi untuk menusuk mahluk halus, bisa untuk membuat tali dan cambuk energi, dsb.
Jika ditujukan untuk menaikkan kekuatan sukma, maka selama menurunkan energinya kondisikan batin untuk kita sebagai pancer dan para sedulur papat untuk bersama-sama menyerap langsung energi yang turun. Untuk keperluan ini diperlukan pemahaman kita mengenai sifat-sifat roh / sukma kita sendiri (baca : Sedulur Papat Kalima Pancer).

Dalam laku-laku meditasi di atas energi yang berhasil diturunkan dan kandungan energi potensial di dalam tubuh bisa diserap langsung oleh sukma kita untuk mempertinggi kekuatan sukma kita, atau diolah menjadi kekuatan fisik / kanuragan, atau diolah dengan sugesti kebatinan supaya menjadi energi gaib yang besar dan padat, atau diolah dengan sugesti spiritual supaya menjadi energi gaib yang tajam.

Contoh lain, jika energi itu dimaksudkan untuk dijadikan pagaran gaib, dengan sugesti kebatinan energinyadiolah supaya membentuk bola pagaran yang besar dan lapisan energi di dindingnya tebal dan padat, dan dengan sugesti spiritual diolah lagi supaya dinding energi pagarannya menjadi tajam, sehingga kesudahannya energi pagarannya akan menjadi tebal, padat dan tajam, yang hasilnya akan jauh berbeda dengan pagaran energi yang hanya berbentuk bola atau perisai energi saja, tetapi energi pagarannya tidak tebal, tidak padat dan tidak tajam, yang akan mudah ditembus walaupun oleh serangan gaib yang rendah kekuatannya. 


Dalam latihan resmi pengolahan tenaga dalam yang menggunakan teknik olah pernafasan tenaga dalam, dasar asumsinya adalah mengisi tubuh dengan energi alam (udara) dengan olah gerak nafas, dimasukkan / dihisap ke dalam tubuh, ditekan / dipompa ke dalam cakra-cakra tenaga dalam untuk merangsang / membangkitkan / menambah besar kandungan isi tenaga dalamnya di cakra-cakra yang berhubungan. Ini adalah teknik dasar pembangkitan dan pengolahan tenaga dalam yang umum diajarkan untuk para pemula.

Pada tingkatan keilmuan yang tinggi orang melakukannya tidak lagi melulu dengan olah pernafasan dan olah gerak, tetapi dengan laku kebatinan dan spiritual, dengan teknik meditasi energi dan doa-doa sugesti, bahkan mereka akan menyepi, berpuasa dan bertapa brata berhari-hari untuk bisa lebih efisien dan efektif memasukkan energi yang besar ke dalam tubuhnya, sesudah itu barulah disempurnakan lagi penyatuannya dengan tenaga dalamnya dengan olah pernafasan dan olah gerak.

Dengan demikian teknik meditasi energi itu adalah teknik keilmuan tingkat tinggi yang jika seseorang belum memiliki pemahaman tentang teknik pengolahan energi, maka efektivitasnya dalam memperbesar tenaga dalam seseorang atau untuk keperluan kanuragan, atau untuk kekuatan tubuh, menjadi terbatas. Begitu juga jika seseorang belum memiliki pemahaman tentang olah batin dan olah spiritual. Karena itu diharapkan orang-orang yang melakukan meditasi energi itu sudah rutin menjalani latihan tenaga dalam / beladiri di perguruannya masing-masing supaya sesudahnya orangnya akan lebih bisa merasakan peningkatan kekuatannya yang drastis dan signifikan dan kemudian bisa mewujudkannya menjadi kekuatan kanuragan, yang itu tidak akan bisa dicapainya dengan caranya selama ini yang hanya menjalani olah nafas dan olah gerak. 
Begitu juga jika laku meditasinya dilakukan untuk tujuan kebatinan / spiritual, sebelumnya orangnya harus sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang olah batin dan olah spiritual dan tentang tujuan meditasinya dan proses lakunya, sehingga laku meditasinya menjadi lebih terarah, lebih fokus kepada tujuannya, supaya menjadi lebih efektif dalam mencapai apa yang menjadi tujuan dari meditasinya, tidak malah mengambang mengawang-awang.
Karena itu teknik meditasi bukanlah suatu ilmu / teknik yang berdiri sendiri seperti yang sekarang ini banyak diajarkan orang, tetapi adalah tingkatan yang tinggi, tingkatan yang lebih lanjut dari keilmuan lain yang menjadi dasarnya, bersifat menambahkan efektivitasnya, bukan menggantikan. Karena itu para pelakunya diharapkan sudah mengikuti pelatihan tenaga dalam, atau sudah memiliki pemahaman yang cukup tentang olah energi, olah kebatinan dan olah spiritual, supaya laku meditasi itu bisa efektif secara signifikan meningkatkan kapasitas kemampuan seseorang. 

Harap diperhatikan, menimbang resiko negatif yang mungkin ada, maka Penulis memaksudkan meditasi-meditasi tersebut :
 - tidak untuk tujuan membangkitkan prana / kundalini,  
 - tidak untuk membuka cakra-cakra tubuh, dan 
 - tidak untuk kemampuan melihat gaib, 

Jadi janganlah dicoba digunakan untuk maksud itu. Masing-masing metode meditasi mempunyai tujuan sendiri-sendiri, dan pelaksanaannya harus dilakukan dalam kerangka besar tujuan sugesti masing-masing meditasinya. Jangan mencampur-adukkan langkah-langkah dalam satu metode meditasi dengan metode meditasi yang lain. Bagi yang ingin mencoba meditasinya lakukanlah dengan tulus sesuai metode dan tujuan meditasinya masing-masing.

Meditasi-meditasi yang akan diuraikan oleh Penulis diurutkan sesuai tujuan sugestinya dan sesuai tingkatan meditasinya masing-masing sebagai berikut :
1.   Meditasi Inti - Meditasi Pembuka – Meditasi sugesti pembersihan diri
2.   Meditasi Ringan – Untuk ketenangan hati dan pikiran (relaksasi).
3.   Meditasi Dasar  – Menurunkan energi positif untuk kesehatan, penyembuhan dan pembersihan diri.
4.   Meditasi Olah Rasa dan Energi – Mendayagunakan kekuatan rasa dan energi.
5.   Meditasi Tingkat Lanjut 1 – Olah Energi - Sinar ungu untuk penyembuhan.
6.   Meditasi Tingkat Lanjut 2 – Olah Energi - Bola energi dan sinar putih terang tajam dan panas.
7.   Meditasi Tingkat Lanjut 3 – Olah energi dari elemen-elemen alam.

Metode-metode meditasi Penulis di atas mengandung unsur pengolahan kekuatan kesaktian gaib tingkat tinggi. Janganlah disalahgunakan, jangan hasilnya dijadikan kesombongan, jangan juga dengan sombong digunakan sembarangan untuk menghilangkan kandungan gaib jimat, pusaka, susuk, tenaga dalam atau keilmuan gaib seseorang. Gunakanlah secara bijaksana, karena apapun yang anda lakukan, kebaikan atau pun keburukan, akan dituntut pertanggungjawaban. Semakin banyak seseorang diberi, daripadanya akan semakin banyak dituntut.
Bagi yang ingin mencoba menjalankan meditasi-meditasi di atas, sugestikan dalam hati dan pikiran anda bahwa anda melakukan meditasi-meditasi tersebut karena tersugesti untuk mengikuti meditasi dalam tulisannya masing-masing dan isi tulisan dalam halamannya masing-masing semuanya dijalankan dengan benar, karena hasilnya akan berbeda antara anda melakukannya karena keinginan anda sendiri dengan anda melakukannya karena mengikuti sugesti dalam tulisannya.


Dalam beberapa hal metode-metode meditasi di atas ada kemiripannya dengan meditasi kundalini dan reiki, terutama dalam hal menurunkan energi, penggunaan energi dan pembentukan energi. Tetapi tetap berbeda.

Dalam menurunkan energi, di dalam meditasi kundalini dan reiki sugestinya menggunakan olah pikiran (dan visualisasi), sehingga energinya bersifat tajam. Energi-energi yang tajam tidak boleh diserap ke dalam tubuh karena energi tajam itu tidak selaras dengan energi alami tubuh manusia. Energi yang tajam hanya baik untuk digunakan keluar, seperti untuk kekuatan pukulan atau untuk membunuh sel kanker, atau untuk menyerang mahluk halus, tidak untuk dimasukkan / diserap ke dalam tubuh. Jika energi tajam itu dimasukkan ke dalam tubuh maka itu bisa menimbulkan efek negatif seperti contoh kasus kundalini syndrome yang sulit disembuhkan, bahkan oleh gurunya sendiri.

Sedangkan di dalam semua metode meditasi menurunkan energi Penulis menekankan digunakannya sugesti yang berasal dari batin dan rasa, kekuatan rasa, bukan pikiran, sehingga energi yang diturunkan besar dan padat, tetapi tidak tajam, selaras dengan energi tubuh, energinya boleh dimasukkan ke dalam tubuh, boleh juga diturunkan untuk orang lain. 

Setelah mengetahui perbedaannya seperti tertulis di atas, jika para pembaca berniat menjalankan metode-metode meditasi dari Penulis itu diharapkan supaya bisa menerapkan kekuatan rasa. Kekuatan pikiran hanya digunakan untuk bervisualisasi untuk membentuk energi saja yang sifatnya tidak diserap tubuh, misalnya untuk membuat bola cahaya, pagaran gaib, sinar laser, dsb, yang itu tidak untuk dimasukkan ke dalam tubuh, supaya tidak terjadi efek resiko dari adanya kesalahan prosedur.

Di dalam metode-metode meditasi tersebut di atas ada sugesti untuk menerima / menghimpun energi alam. Bagi yang sudah mahir, dalam meditasinya bisa disugestikan untuk menerima / menghimpun energi dari elemen-elemen alam seperti yang tertulis dalam tulisan Energi Alam dan Meditasi. Pilih yang sifatnya baik. Yang sifatnya tidak baik jangan digunakan. Dilakukan dengan cara membayangkan sasaran / lokasi objeknya (suasana alam dari suatu lokasi) dan menjulurkan tangan atau mengangkat tangan ke atas untuk menghisap / menerima energinya.


Sejauh mana olah meditasinya dan sejauh mana anda bisa memanfaatkan hasil meditasinya tergantung pada kemampuan anda sendiri. Diharapkan anda sudah memiliki pengetahuan yang cukup tentang olah energi dan cara-cara penggunaan energi, termasuk dari sumber lain. Anda juga dapat membaca contoh-contoh / teknik penggunaan energi, misalnya dalam tulisan :  tips penggunaan tenaga dalam murni.  Anda juga bisa membaca cara-cara pemanfaatan energi dari sumber-sumber lain.

Di dalam semua meditasi dan selama pelaksanaannya diharapkan anda mampu melakukan sugesti dan bisa menerapkan kekuatan rasa, supaya anda dapat mengarahkan sugesti meditasi anda, bisa merasakan berhasil tidaknya usaha meditasi anda dan bisa merasakan hasil yang sesuai dengan tujuan meditasinya. Istirahatkan pikiran, biarkan batin yang bekerja.



Ada pertanyaan :

 A :     Tadi malam saya mencoba untuk meditasi pak, hanya saja ketika saya memejamkan mata saya 
merasakan suatu ketakutan, entah kenapa. Saya paksakan, tapi tetap merasakan ketakutan.
Akhirnya saya meditasi dengan membuka mata, yang mana susah sekali dilakukan.
Apakah itu hanya paranoid saya saja, karena meditasi saya lakukan pada waktu yang terlalu malam dan sepi atau memang ada yang mengganggu saya ?

 J :     Sebenarnya dalam meditasinya itu anda tidak harus memejamkan mata.
Sebenarnya ini adalah juga kesalahpahaman yang umum dari para pembaca dan juga banyak orang umum yang menganggap semua meditasi harus memejamkan mata. Mungkin karena salah persepsi dari menonton tivi atau dari tulisan-tulisan meditasi lain.

Tidak semua meditasi harus memejamkan mata.
Masing-masing meditasi ada tujuan dan panduannya sendiri-sendiri. Jangan semua tujuan dan panduannya dianggap sama untuk semua meditasi.

Misalnya dituliskan kita harus santai seperti orang melamun, berarti kita harus santai seperti orang melamun, mata boleh terbuka, tetapi santai seperti orang melamun, jangan malah keras berkonsentrasi.
Masak melamun saja kita harus berkonsentrasi melamun.
Berarti dalam tahapan itu kita harus santai seperti melamun, jangan malah berkonsentrasi untuk melamun

Kalau suasana malam hari rasanya menyeramkan, kita boleh bermeditasi di pagi hari atau di sore hari. Dan tidak harus di luar rumah, bisa juga di kamar kita sendiri.

Karena anda ada masalah dalam hal fokus konsentrasi, maka saya anjurkan anda menjalankan meditasi di tulisan saya berjudul Pembersihan Gaib 4.
Disitu kita harus konsentrasi ke satu titik, seharusnya pikiran kita tidak lagi mengambang kemana-mana.



Ada juga pertanyaan :

 A :     Ada yang ingin saya tanyakan kepada bapak dan untuk menindaklanjuti pembelajaran kedepannya
nanti, saya masih muda dan awam dalam hal ini,
saya minta saran dari bapak untuk kedepannya nanti metode apa yang harus saya jalankan.
untuk saat ini setruman di tangan terasa semakin kuat, badan terasa ringan dan rokok terasa nikmat. 

Dalam laku meditasi untuk masuk suasana hening patokannya gimana ya,
yang saya alami terlalu hening saya malah tak sadar atau tertidur tidak bisa memasukkan sugesti.
di lain waktu terlalu kuat bersugesti malah terasa ngambang berputar2 di pikiran saja.
di lain waktu pernah juga merasakan sugesti yang masuk tapi tidak di semua laku meditasi. 

 J :     Yang bapak lakukan meditasi apa ?
 A :     belajar menurunkan energi pak .
 J :      Masing-masing meditasi ada tujuannya sendiri2 dan ada langkah2 pelaksanaannya sendiri2.

Sebaiknya semua meditasi dilakukan dgn mengikuti petunjuk panduannya masing2 dgn benar, jangan dicampur-adukkan, karena masing2 meditasi tujuan dan pelaksanaannya tidak semuanya sama.

Tidak semua meditasi harus memejamkan mata dan mengheningkan cipta.
Meditasi menurunkan energi tidak harus memejamkan mata dan mengheningkan cipta.
Mata boleh tetap terbuka, tetapi santai seperti orang melamun
Fokuskan batin anda untuk membayangkan suatu kondisi, jangan mengambang mengawang-awang.